Sahabat Fillah... Manusia merupakan tempat bersemayamnya kesalahan. Siapapun dari kita pasti pernah melakukan suatu kesalahan, bahk...
Sahabat Fillah...
Manusia merupakan tempat bersemayamnya kesalahan. Siapapun dari kita pasti pernah melakukan suatu kesalahan, bahkan kesalahan sekecil apapun. Terkadang orang lain berbuat salah kepada kita, begitu pun sebaliknya. Bagaimana kita menyikapi sikap orang yang berbuat salah kepada kita sudah dijelaskan dalam Q.S Fussilat 41: Ayat 34-35
Allah SWT berfirman:
وَلَا تَسْتَوِى الْحَسَنَةُ وَ لَا السَّيِّئَةُ ۗ اِدْفَعْ بِا لَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ فَاِ ذَا الَّذِيْ بَيْنَكَ وَبَيْنَهٗ عَدَاوَةٌ كَاَ نَّهٗ وَلِيٌّ حَمِيْمٌ. وَمَا يُلَقّٰٮهَاۤ اِلَّا الَّذِيْنَ صَبَرُوْا ۚ وَمَا يُلَقّٰٮهَاۤ اِلَّا ذُوْ حَظٍّ عَظِيْمٍ
"Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman yang setia. Dan (sifat-sifat yang baik itu) tidak akan dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar."(QS. Fussilat 41: Ayat 34-35)
Memaafkan bukan berarti kekalahan, melainkan memberi kesempatan untuk menghapus rasa kesal dan dendam pada diri sendiri
Faktanya...
Sudah jamak dalam hidup kita bahwa meminta maaf dan memaafkan adalah pekerjaan yang maha berat. Meskipun kita sudah memulai, namun meminta maaf kepada mereka yang mereka yang telah didzalimi atau disakiti bukan perkara mudah. Ada semacam gengsi atau ego yang meragukan kita untuk mengatakan "Aku minta maaf".
Bahkan terkadang seseorang melakukan sesuatu yang lebih berat ketimbang mengucapkan kata "maaf" hanya untuk menebus apa yang telah dia lakukan terhadap orang yang telah ia dzalimi. Dan ini merupakan bentuk kesombongan karena seseorang tersebut menyelesaikan masalahnya tanpa malu dan tidak perlu meminta maaf.
Di sisi lain...
Memberi maaf atau memaafkan juga perkara yang tidak mudah. Ada semacam rasa sakit yang menggores hati dan perasaan kita yang mungkin melekat di ingatan kita. Meskipun kejadiannya sudah berlalu.
Manusia yang baik buka orang yang tidak pernah berbuat salah, kecuali Rasulullah SAW yang ma'shum (senantiasa dalam bimbingan Allah). Tetapi, manusia yang baik adalah orang yang bisa memaafkan kesalahan orang lain yang telah melukai perasaannya.
Apa saja keutamaan dari sikap pemaaf?
Let's see
1. Salah satu ciri orang yang bertaqwa kepada Allah SWT
وَسَا رِعُوْۤا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَا لْاَ رْضُ ۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ ۙ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّآءِ وَا لضَّرَّآءِ وَا لْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَا لْعَا فِيْنَ عَنِ النَّا سِ ۗ وَا للّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ ۚ
"Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 133-134)
2. Mendapat pahala yang ditanggung langsung oleh Allah SWT
وَجَزٰٓ ؤُا سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا ۚ فَمَنْ عَفَا وَاَ صْلَحَ فَاَ جْرُهٗ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَ
"Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barang siapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya dari Allah. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang zalim."
(QS. Asy-Syura 42: Ayat 40)
3. Balasan surga
Rasulullah juga menjelaskan tentang balasan bagi orang yang memaafkan kesalahan orang lain adalah surga. Dia bersabda dalam hadits Ibnu Abbas;
إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ يُنَادِي مُنَادٍ فَيَقُولُ: أَيْنَ الْعَافُونَ عَنِ النَّاسِ؟ هَلُمُّوا إِلَى رَبِّكُمْ خُذُوا أُجُورَكُمْ ، وَحَقَّ عَلَى كُلْ مُسْلإِذَمٍ إِذَا عَفَا أَنْ يُدْخِلَه.
"Kelak pada hari kiamat, ada pemanggil yang menyeru," Dimanakah orang-orang yang memaafkan orang lain? Kemarilah Ke Rabb kalian dan ambillah pahala kalian! ” Dan wajib bagi setiap muslim jika suka memaafkan maka Allah memerintahkan dia ke dalam Surganya."
Janji Allah, siapa yang memaafkan disaat dia mampu membalas, ia akan meraih Surga Allah.
"Barangsiapa yang ingin dibangunkan di surga, ia minta dia memafkan orang yang mendzaliminya, memberi orang yang bakhil setuju dan menyambung silaturahmi ke orang yang memutuskannya." (HR. Thabrani).
Sangat menggiurkan bukan balasan bagi orang yang memiliki sikap pemaaf? Siapa sih yang tidak ingin menjadi orang bertaqwa? Siapa sih yang tidak ingin mendapatkan pahala bahkan surga? Tentu kita semua ingin ya sahabat fillah.
Orang yang pemaaf bukanlah sosok yang lemah. Justru seseorang yang pemaaf itu menggambarkan sebuah kekuatan yang sebenarnya
So,
Let bygones be bygones (yang lalu biarlah berlalu) bangunkan kembali masa depan dengan semangat yang baru. Kita selalu lupa, hanya kerana kesalahan yang telah dibuat orang lain, kita melupakan semua kebaikan yang pernah dibuatnya. Untuk itu, kita juga harus memperlakukan semuanya secara seimbang.
Demikian yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. Jazakillahu khairan katsiran.

COMMENTS