Hidup ini laksana bentangan kanvas putih, tiap tahun tiba, kita telah goreskan aneka warna. Tapi ingat, suatu saat nanti, Allah akan me...
Hidup ini laksana bentangan kanvas putih, tiap tahun tiba, kita telah goreskan aneka warna. Tapi ingat, suatu saat nanti, Allah akan menilai kualitas lukisan kita. Semoga kita bisa indahkan lukisan di sisa waktu. Seperti itulah hidup ini, ia hanya permainan, yang pandai bermain akan dapatkan surga, yang terlena kehidupan dunia akan dapatkan neraka. Ia hanya kefanaan, yang tak mampu membedakan akan tergoda. Ia hanya kedustaan, yang tertipu kan tersesat, betapa hidup ini terasa cepat, waktu terus berjalan tak terkendali. Ada hal yang dapat menyebabkan kenikmatan di dunia ini akan terputus. Apa itu? Hal yang pasti terjadi tanpa sepengetahuan kita dan hal yang paling kita takutkan saat kita hidup di dunia ini. Ya, jawabannya adalah kematian.
Secara umum kematian atau ajal merupakan akhir dari kehidupan, ketiadaan nyawa dalam organisme biologis. Dapat disebabkan karena penyakit atau kecelakaan. Tidak jauh berbeda yang dijelaskan dalam Al Quran, kematian merupakan terpisahnya ruh dari jasad.
Hamid Al-Qaishari berkata,
“Setiap kita yakin dengan adanya kematian, namun kita tidak melakukan persiapan untuk menghadapinya.
Setiap kita yakin dengan adanya surga, namun kita tidak melakukan amal kebaikan untuk mendapatkannya.
Setiap kita yakin dengan adanya neraka, namun kita tidak merasa takut terhadapnya.
Lantas, apa yang membuat kalian merasa gembira?
Apa yang kalian tunggu dan harapkan dari dunia?
Kematian?
Ia akan datang kepada kalian dengan membawa berita dari Allah; kebaikan ataupun keburukan. Wahai saudaraku, persiapkanlah perjalanan menghadap Allah dengan sebaik-baiknya.”
Ingatlah akan Kematian!
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda,
Ø£َÙƒْØ«ِرُوا ذِÙƒْرَ Ù‡َاذِÙ…ِ اللَّذَّاتِ ÙŠَعْÙ†ِÙ‰ الْÙ…َÙˆْتَ
“Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yaitu kematian.”
(HR. Ahmad, Nasai, Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Kematian bukan perkara yang ringan. Ia adalah pemutus kenikmatan, penghapus kebahagiaan, dan penyebab kesedihan. Seandainya manusia tidak memiliki masalah, musibah, atau cobaan selain kematian, sebenarnya hal itu sudah cukup untuk membuatnya bersedih, menangis, dan tidak dapat memikirkan apapun selain kematian.
Manusia yang sedang berada dalam puncak kebahagiaannya, kemudian tiba-tiba seorang tentara memukulnya sebanyak lima kali dengan pukulan yang sangat keras, niscaya orang tersebut akan lupa dengan kenikmatan dan kebahagiaan yang baru saja ia rasakan dan nikmati.
Lantas bagaimana dengan kematian yang rasanya lebih pedih dari sayatan sembilu dan lebih sakit dari tebasan pedang?
Adakah yang masih mampu tertawa dan berkata-kata ketika menghadapinya?
Mengingat mati memberikan dua kebermanfaatan besar. Pertama, pemahaman mendalam kita pada kesementaraan kehidupan ini akan mengantarkan kita pada kebijaksanaan hidup dan keikhlasan pengabdian. Kedua, mengingat mati adalah penawar cinta dunia yang berlebihan. Karena itu, tatkala tergoda dengan dosa dan maksiat, ingatlah mati.
Semoga Allah ‘azza wa jalla berkenan memberikan kita kematian yang husnul khotimah dan senantiasa menambahkan taufik dan hidayahNya untuk kita semua.
Aamiin
Demikian yang dapat kami sampaikan.
Semoga bermanfaat.
Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.

COMMENTS