Semuanya Bisa Berubah "Ya ampun mereka kok seperti itu ya, padahal kan itu blablabla..." "Untung saja aku tidak seperti ...
Semuanya Bisa Berubah
"Ya ampun mereka kok seperti itu ya, padahal kan itu blablabla..."
"Untung saja aku tidak seperti itu blablabla..."
Dua kalimat yang seperti itu mungkin seringkali terdengar dari orang lain, tergumam dalam hati kita sendiri, atau mungkin pernah terlontar dari mulut secara spontan saat melihat orang lain melakukan suatu hal yang tidak sesuai dengan sudut pandang kita.
Sadar tidak sadar, kalimat itu membuat diri sendiri beranggapan kalau orang lain itu selalu buruk dan merasa dirinya yang paling baik atau udah yang paling perfect. Bahkan kadangkala malah ngga inget kalau dulu diri sendiri pun pernah berada di posisi orang tersebut.
Seringkali merasa kalau diri sendiri yang paling baik, padahal ini barulah awal dari perjalanan hidup dan belum tau pasti, akan seperti apa dan bagaimana kedepannya.
Apakah akan sama seperti ini atau mungkin akan berubah?
Bahkan, belum tentu saat meninggal pun masih akan sama seperti itu juga kan?
Yahh.. Di samping itu, setiap orang punya kesempatan untuk berubah.
Dari yang kurang baik menjadi baik.
Dari yang sudah baik menjadi lebih baik lagi.
MasyaaAllah..
Coba deh bayangin, pas berangkat ke Madinah, dia tuh berambisi banget untuk membunuh Rasulullah. Sepulangnya dari Madinah menuju Mekah, justru ia menjadi seorang muslim yang menyampaikan Islam secara terang-terangan bahkan dengan suara lantang di kalangannya.
Nah, ini tentunya bisa banget jadi pelajaran untuk selalu introspeksi diri. Karena ngga ada yang tau jalan hidup seseorang kedepannya akan bagaimana. Bahkan manusia ngga ada tau juga ending-nya akan seperti apa dan semua bisa saja berubah.
Seburuk-buruknya seseorang, pasti masih ada harapan untuk berubah kan?
Yah, kira2 peluangnya seperti sefruit quotes ini :
"Adakalanya seseorang yang paling buruk di masa silam akan menjadi seseorang yang paling baik di masa depan."
So, mending kita terus berusaha membenahi diri daripada selalu merasa diri sendiri yang paling baik. Karena kita tidak pernah tau seberapa banyak amal kebaikan yang orang lain tutupi untuk menyembunyikan kebaikannya tersebut.
Dan semoga hidup ini akan selalu diselimuti dengan kebaikan dan insyaaAllah kelak juga akan berakhir dalam keadaan baik pula. Aamiin..
Cukup sekian dan semoga bisa bermanfaat.
Jazaakumullahu khairan.
"Ya ampun mereka kok seperti itu ya, padahal kan itu blablabla..."
"Untung saja aku tidak seperti itu blablabla..."
Dua kalimat yang seperti itu mungkin seringkali terdengar dari orang lain, tergumam dalam hati kita sendiri, atau mungkin pernah terlontar dari mulut secara spontan saat melihat orang lain melakukan suatu hal yang tidak sesuai dengan sudut pandang kita.
Sadar tidak sadar, kalimat itu membuat diri sendiri beranggapan kalau orang lain itu selalu buruk dan merasa dirinya yang paling baik atau udah yang paling perfect. Bahkan kadangkala malah ngga inget kalau dulu diri sendiri pun pernah berada di posisi orang tersebut.
Seringkali merasa kalau diri sendiri yang paling baik, padahal ini barulah awal dari perjalanan hidup dan belum tau pasti, akan seperti apa dan bagaimana kedepannya.
Apakah akan sama seperti ini atau mungkin akan berubah?
Bahkan, belum tentu saat meninggal pun masih akan sama seperti itu juga kan?
Yahh.. Di samping itu, setiap orang punya kesempatan untuk berubah.
Dari yang kurang baik menjadi baik.
Dari yang sudah baik menjadi lebih baik lagi.
Seperti halnya sahabat yang pada awalnya amat sangat memusuhi Islam sampe akhirnya dapet hidayah dari Allah Swt, yang tidak lain dan tidak bukan ialah Umar bin Khattab.
Sebenernya ngga hanya Umar bin Khattab aja lohh..
Ada juga sahabat yang lain, yaitu Umair bin Wahb; ahli perangnya kafir Quraisy bahkan ia sampai dijuluki "Setan Quraisy" pada masa jahiliahnya. Perubahan hidupnya dimulai saat kekalahan kafir Quraisy dalam perang Badar. Saat itu, ia sempat berencana untuk membunuh Rasulullah tapi mengingat kondisi keluarganya yang miskin dan banyak hutang, ia langsung mengurungkan niatannya itu.
Tak sengaja, Shafwan bin Umayyah mendengar hal itu lalu dia memberikan penawaran pada Umair untuk membalaskan dendam atas kematian ayahnya dengan cara membunuh Rasulullah, dengan sebuah iming-iming kalau semua hutang Umair akan dilunasi dan kehidupan keluarganya akan dijamin. Umair pun menyetujui penawaran itu kemudian ia berangkat ke Madinah dengan semangat membara dan pedang terhunus di tangannya.
Namun, saat Rasulullah telah bertemu dengan Umair dan menanyakan alasan Umair datang dengan pedang terhunus, Umair terheran-heran karena Rasulullah sudah tau rencana Umair yang hendak membunuhnya.
Seketika itu, hidayah dari Allah Swt. langsung dateng tuh pada Umair lalu ia pun mengucap dua kalimat syahadat dan masuk Islam. Manusia yang dulunya dijuluki "Setan Quraisy" itu akhirnya telah berubah menjadi manusia pembela Islam sampai akhir hidupnya.
MasyaaAllah..
Coba deh bayangin, pas berangkat ke Madinah, dia tuh berambisi banget untuk membunuh Rasulullah. Sepulangnya dari Madinah menuju Mekah, justru ia menjadi seorang muslim yang menyampaikan Islam secara terang-terangan bahkan dengan suara lantang di kalangannya.
Nah, ini tentunya bisa banget jadi pelajaran untuk selalu introspeksi diri. Karena ngga ada yang tau jalan hidup seseorang kedepannya akan bagaimana. Bahkan manusia ngga ada tau juga ending-nya akan seperti apa dan semua bisa saja berubah.
Seburuk-buruknya seseorang, pasti masih ada harapan untuk berubah kan?
Yah, kira2 peluangnya seperti sefruit quotes ini :
"Adakalanya seseorang yang paling buruk di masa silam akan menjadi seseorang yang paling baik di masa depan."
So, mending kita terus berusaha membenahi diri daripada selalu merasa diri sendiri yang paling baik. Karena kita tidak pernah tau seberapa banyak amal kebaikan yang orang lain tutupi untuk menyembunyikan kebaikannya tersebut.
Dan semoga hidup ini akan selalu diselimuti dengan kebaikan dan insyaaAllah kelak juga akan berakhir dalam keadaan baik pula. Aamiin..
Cukup sekian dan semoga bisa bermanfaat.
Jazaakumullahu khairan.

COMMENTS