"Kuota Anda Telah Habis!" Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Generasi muda sekarang ini memang tidak bisa ...
"Kuota Anda Telah Habis!"
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Generasi muda sekarang ini memang tidak bisa terpisah dengan yang namanya handphone. Setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detik waktu kita banyak terbuang percuma hanya untuk bermain handphone📱
Kebanyakan kebiasaan anak muda sekarang ini ketika bangun tidur, langsung buka HP. Cek semua chat, grup angkatan, grup kepanitiaan, grup organisasi atau grup satu geng. Habis baca chat whatsapp, liatin status orang satu persatu. Lanjut buka instagram, nontonin yang lagi trend 👀
Namanya buka instagram, beuh! 😌 Pasti nggak bisa berhenti. Padahal awalnya tuh gak nyari tentang topik itu, misal. Tapi pas liat foto atau video menarik langsung stalking-stalking terus ada yang bagus atau yang lagi hitz buka lagi. Lama kelamaan dilahap deh semuanya 😴
Terus aja scroll sampe bosan. Habis itu update status di semua sosial media. Terus scroll lagi sampe jari jemari mulai pegel atau mungkin mata sudah mulai lelah saat melihat layar handphone, tapi kadang masih keukeuh aja main handphone.
Betul apa betul?? 🤔
Terus sampe tiba-tiba ada SMS,
"Kuota Flash Anda Telah Habis ...."
Haahh, udah habis? Seriusan? Kok cepet amat sih!😱
Ahh padahal lagi asyik-asyiknya nih! Duhh, mana masih harus browsing materi, koordinasi tugas kelompok, dan ngerjain tugas lagi! Aaarrghh!😣
😰😰😰 Yahh.. Kurang lebih begitulah anak muda sekarang ini.
Kuota internet habis aja udah shock banget. Padahal kan masih bisa dibeli lagi dimanapun dan kapanpun juga.
Nah, terus gimana coba kalo kuota hidup yang habis??
Yaudah deh.. Done. Gak bisa dibeli dan tentu saja gak ada yang jual.
Kebayang gak sih? 😮
Lagi asyik bercanda sama temen satu geng.
Lagi melakukan hal yang sia-sia atau mungkin lagi berbuat maksiat.
Lagi menunda-nunda shalat dengan alasan, "ah nanti aja deh masih nanggung ini itu dan sebagainya."
Tau-tau dijemput sama Malaikat Maut.
Siap gak siap, udah gak bisa ngelak.
Apakah tidak ada rasa menyesal, saat menunda ketaatan dan ternyata maut lebih dahulu menghampiri? ))': Pas lagi asyik seneng-seneng tapi udah gak ada waktu buat bertaubat. Dan sedihnya, gak seperti kuota internet, kuota hidup gak bisa diprediksi kapan habisnya. Bahkan, gak ada masa tenggangnya.
Coba ingatlah perkataan orang-orang yang sudah gak punya kuota hidup tapi mereka ingin balik lagi ke dunia. Biar apa? Biar mereka bisa beramal soleh dan berbuat kebaikan. Bisa shalat, sedekah, puasa, ngaji, dan melakukan amalan lainnya. Sebab mereka nyesel gak pernah ngelakuin itu sebelumnya!
“Hingga apabila datang kematian kepada seorang dari mereka, dia berkata, “Ya Rabbku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku beramal shalih terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan saja. Dan dihadapan mereka ada barzakh sampai hari mereka dibangkitkan.” (Qs Al Mu'minun: 99-100)
Kuota internet dan kuota hidup itu sama-sama terbatas. Maka dari itu, pergunakan keduanya untuk melakukan hal-hal yang positif atau bermanfaat saja. Bukan malah mempergunakan untuk hal-hal yang mungkin tidak terlalu penting dan tidak berfaedah. Jangan sampai terlambat menyadarinya yaa teman-teman :')
"Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran." (QS. Al-'Asr: 1-3)
Cukup sekian dan semoga bisa bermanfaat.
Jazakumullahu khairan.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

COMMENTS