Riya' Dalam Islam - Hukum,Jenis,Ciri-Ciri dan Bahayanya

Assalamualaikum akhi wa ukhti fillah. Kembali lagi di Blog Rohis Smankrap. Bagaimana kabarnya sekarang? Semoga selalu dalam lindungan Allah ...



Assalamualaikum akhi wa ukhti fillah. Kembali lagi di Blog Rohis Smankrap. Bagaimana kabarnya sekarang? Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT, Aamiin... 




Pada artikel kali ini, Rohis Smankrap akan membahas tentang Riya'.Emmm kira-kira sudah pada tahu belum ya sahabat fillah?




Untuk lebih lengkapnya simak artikel berikut ini.......



 Riya' merupakan memperlihatkan sekaligus memperbagus suatu amal ibadah dengan tujuan agar diperhatikan dan mendapat pujian dari orang lain. 

Rasulullah SAW bersabda yang artinya;

“Sesungguhnya amalan itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya amalan seseorang itu akan dibalas dengan apa yang ia niatkan.” (Muttafaqun 'alaihi).

Adapun amal perbuatan yang diridhai Allah SWT adalah yang diniatkan kepada Allah semata, dikerjakan dengan ikhlas sesuai dengan kemampuan, tidak pilih kasih, dan merupakan rahmat bagi seluruh alam. Sementara ibadah yang tidak akan diterima oleh Allah merupakan amal ibadah yang dikerjakan bukan kepada Allah, tidak ikhlas karena ingin mendapat pujian atau penghargaan, serta mengada-ada.

Allah SWT berfirman yang artinya;

“Hai orang-orang yang tidak percaya, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya' manusia.” (QS Al-Baqarah : 264).

Bersama dengan sum'ah, riya' merupakan perbuatan tercela dan masuk ke dalam syirik kecil. Allah SWT berfirman yang artinya;

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan jika mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas, mereka bermaksud riya' (dengan shalat itu) dihadapan manusia, dan mendekati mereka dzikir kepada Allah kecuali sedikit sekali.” (QS An-Nisa' : 142)


 Hukum Riya'

Perbuatan riya termasuk ke dalam syirik kecil sehingga dilarang oleh agama Islam dan hukumnya adalah haram. Dari Mahmud bin Labid, Rasulullah SAW bersabda yang artinya;

“Sesungguhnya yang paling ditakutkan dari apa yang saya takutkan menimpa kalian adalah asy syirkul ashghar (syirik kecil), maka para shahabat bertanya, apa yang dimaksud dengan asy syirkul ashghar? Beliau shalallahu 'alaihi wasallam menjawab: “Ar Riya'.”


Jenis – Jenis Riya'

1. Riya' dalam niat

Berkaitan dengan niat di dalam hati seseorang yang merupakan awal dari setiap perbuatan yang menyebabkan tidak adanya rasa ikhlas. Dalam sebuah hadist yang artinya;

“Aku mendengar Umar bin Khattab berkata di atas mimbar; 'Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda; 'Sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung niatnya, dan sesungguhnya bagi setiap orang yang memperoleh sesuai dengan apa yang ia niatkan.” (HR.Bukhori Muslim).

2. Riya' dalam perbuatan

Lebih lanjut daripada niat dalam hati sebelumnya, yakni menunjukkan segala tindakan atau ibadah di hadapan orang lain dengan tujuan untuk diperhatikan dan mendapat pujian. Macam-macam riya' dalam perbuatan adalah:

  • Riya' badan. Misalnya; pamerkan tubuh yang kurus tanda rajin mandi.
  • Riya' dalam pakaian. Misalnya; mengenakan pakaian yang sesuai dengan syar'i agar dianggap sebagai orang yang alim.
  • Riya' dalam ucapan. Misalnya; membaca Al-Qur'an dengan suara yang merdu dan fasih dihadapan orang agar pengakuan.


Ciri dari Perbuatan Riya'

Ada tiga ciri dasar yang merupakan akar dari perbuatan riya' yakni;

Serius dan giat bekerja ketika mendapat pujian, dan sebaliknya, akan malas jika tidak ada yang menghargai atau tidak ada yang memberi penghargaan. Bahkan cenderung melepaskan tanggung jawab atas pekerjaan tersebut jika ada orang lain yang mencela.

Saat bekerja kelompok akan sangat bersemangat dan profesional, namun menjadi sangat malas saat mengerjakan sesuatu sendiri.

Ketika berada di hadapan banyak orang akan selalu berbuat baik daripada perbuatan yang melanggar perintah Allah SWT. Sebaliknya, saat orang lain tidak melihat maka akan melakukan perbuatan-perbuatan yang tercela.


Bahaya perbuatan Riya' dan Syirik

Riya' kini sudah begitu merajalela. Meskipun setiap orang memiliki kadar yang berbeda, tetap saja pujian adalah sama-sama ingin dari manusia dan tidak ikhlas. Riya' berbahaya karena merupakan salah satu daripada penyakit hati yang menjadikan seseorang masuk dalam golongan orang munafik.

Riya' juga merupakan dosa besar karena tergolong dalam perbuatan syirik yang murka Allah SWT. Balasannya tidak lain adalah siksa api neraka.

Riya' dapat menimpa siapa saja bahkan termasuk orang mukmin yang shaleh dan shalehah sekalipun. Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah RA, dan diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW mengabarkan bahwa golongan yang pertama kali dihisab adalah yang mati syahid, belajar dan mengajarkan ilmu, dan bersedekah.

Akan Allah SWT justru melempar ketiganya ke dalam api neraka karena amal ibadah yang mereka lakukan tidak dengan niat kepada Allah SWT. Firman Allah SWT yang artinya;

“Dan jika mereka (kaum munafikin) berdiri mengerjakan shalat, maka mereka berdiri dalam keadaan malas dan riya' di hadapan manusia dan mereka mengingat Allah kecuali sedikit sekali.” (QS An Nisa ayat 142).


Masih banyak lagi bahaya perbuatan riya' yang tentu saja sangat merugikan, yakni:

  • Menghapus amalan yang dikerjakan
  • Pada hari ini akan dipermalukan dihadapan seluruh makhluk
  • Menjadikan amal ibadah yang baik menjadi batal, berubah buruk, dan berbuah dosa
  • Lebih berbahaya daripada fitnah
  • Terhalang dari taufik dan hidayah Allah SWT
  • Menimbulkan kesempitan dalam hidup
  • Menjadi penyebab jiwa yang tidak tenang dan gelisah
  • Hilangnya wibawa dan kharisma diri di hadapan orang lain, Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surah Al-Hajj ayat 18, yang artinya; 

“Barangsiapa yang dihinakan Allah, niscaya tiada seorangpun yang akan memuliakannya.”

  • Profesionalisme kerja tidak ada lagi
  • Terjebak dalam sikap sombong yang hanya akan membuat diri sendiri
  • Menghilangkan 'keadaan'
  • Menimbulkan kesengsaraan
  • Akan mendapat siksa di akhirat


Beberapa Perkara yang Disangka Riya dan Syirik

Pada dasarnya, perbuatan itu didasarkan pada niatnya dalam mengerjakan amal yang ditujukan untuk selain Allah SWT. Oleh karena niat, orang lain tidak akan tahu bahwa apa yang dikerjakan itu bertujuan untuk mendapat pujian. Oleh sebab itu, mengenali beberapa perkara yang paling sering terjadi di sekitar riya' dan syirik, padahal bukan.

Tidak sengaja mendapat pujian dari orang lain atas perbuatan baik yang dilakukan. Dari Abu Dzar: “Ditanyakan kepada Rasulullah SAW;

“Beritakan padaku tentang seseorang yang melakukan amalan dan orang-orang memujinya!” Beliau mengatakan: “itu adalah kabar gembira yang segera bagi seorang mukmin.” (HR Muslim).

Ibadah yang dilakukan dengan giat tidak hanya dihadapan orang lain tapi juga saat sendirian.

Membaguskan pakaian bukan untuk pamer atau ingin tahu karena Allah SWT menyukai keindahan. Dari Abdullah bin Mas'ud RA, Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya;

“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan seberat biji sawi”. Seorang laki-laki bertanya : “Ada seseorang suka bajunya bagus dan sandalnya bagus (apakah termasuk kesombongan?)”. Beliau menjawab: “Sesungguhnya Allah Maha Indah dan menyukai keindahan adalah kebenaran dan kejujuran manusia.” (HR Muslim).

Tidak membeberkan atau menceritakan dosa sendiri, bukan bermaksud untuk menutupi kekurangan agar hanya menilainya. Tapi berdasarkan sabda Rasulullah SAW yang artinya;

“Semua umatku akan diampuni (atau : tidak boleh dighibah) kecuali orang yang melakukan kemaksiatan dengan terang-terangan. Dan sebenarnya termasuk melakukan kemaksiatan dengan terang-terangan, yaitu seseorang yang melakukan perbuatan pada waktu malam dan Allah telah menutupinya (yakni, tidak ada orang yang mengetahuinya), lalu ketika pagi dia mengatakan : “Hai Fulan, kemarin aku melakukan ini dan itu”, padahal pada waktu Allah telah menjelmanya, namun ketika masuk waktu pagi membuka tirai Allah terhadapnya. ” (HR Bukhari dan Muslim).

Seorang hamba Allah yang memperoleh ketenaran di antara sesama manusia bukan karena ia sendiri yang mencarinya sehingga tidak ada unsur ujub di dalamnya. Rasulullah SAW bersabda yang artinya;

“Maukah kalian aku beritakan tentang penghuni neraka ; yaitu setiap orang yang berbahayaai jahat serta kasar, orang yang berlebihan yang berlebihan-lebihan berjalannya, dan orang yang sombong,” (H. R Bukhari, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah).


Agar Terbebas dari Riya'

  1. Senjata paling ampuh adalah berdoa kepada Allah SWT agar dihindarkan dari sifat riya'.
  2. Sebisa mungkin menyembunyikan segala macam bentuk ibadah dan amalan.
  3. Menumbuhkan semangat beribadah dengan cara memandang kecil kepada amalan-amalan yang sering kita.
  4. Tumbuhkan rasa takut bahwasanya ibadah akan ditolak jika tidak dikerjakan dengan ikhlas hanya kepada Allah SWT.
  5. Jangan terpengaruh orang lain.
  6. Sadar bahwa sebaik-baiknya pujian adalah pujian di hadapan Allah SWT.
  7. Sadar bahwa yang menentukan baik atau buruk, surga atau neraka, hanya Allah SWT.
  8. Ingatkan diri bahwa saat meninggal pun, kita akan sendirian di dalam kubur dan yang bisa menemani kita hanya amal ibadah yang kita lakukan secara ikhlas selama hidup.



Sedikit yang bisa Rohis Smankrap sampaikan pada artikel kali ini, semoga dapat bermanfaat dan membuka pikiran kita untuk lebih banyak beribadah kepada Allah SWT. Jika sahabat fillah menginginkan sesuatu untuk dibahas di Blog Rohis Smankrap bisa banget nih tulis di kolom komentar.




 Jazakumullahu khairan katsiran, 






Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

COMMENTS

-
Name

BERITA,38,Galeri,5,KAJIAN,80,KEGIATAN,42,POJOK SEKOLAH,3,PROFIL,3,Sejarah,4,
ltr
item
ROHIS SMAN Karangpandan: Riya' Dalam Islam - Hukum,Jenis,Ciri-Ciri dan Bahayanya
Riya' Dalam Islam - Hukum,Jenis,Ciri-Ciri dan Bahayanya
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgQihOZIG3igdS84eHKu-ADRVwHak5HSnuBBnOuBFKkcRS7pR7zsJV2FP0W8-c2ZkEctSixOVFlpT0JJnUxg_yLhsKN7MBhO19XvkhMmw8EhGhQfb8xgCr0dwmD9Iwb3eXIf71YIbQoXkARKSPORXC5tCWQPk8XJaN2OUxMoij8IkQ-rtMrR9m8sEldww=s320
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgQihOZIG3igdS84eHKu-ADRVwHak5HSnuBBnOuBFKkcRS7pR7zsJV2FP0W8-c2ZkEctSixOVFlpT0JJnUxg_yLhsKN7MBhO19XvkhMmw8EhGhQfb8xgCr0dwmD9Iwb3eXIf71YIbQoXkARKSPORXC5tCWQPk8XJaN2OUxMoij8IkQ-rtMrR9m8sEldww=s72-c
ROHIS SMAN Karangpandan
https://rohissmankrap.blogspot.com/2021/11/riya-dalam-islam-hukumjenisciri-ciri.html
https://rohissmankrap.blogspot.com/
http://rohissmankrap.blogspot.com/
http://rohissmankrap.blogspot.com/2021/11/riya-dalam-islam-hukumjenisciri-ciri.html
true
8919847388929573721
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy